Logo


Solusi Untuk Kamu yang Ingin Berhaji dengan Nyaman Biaya Terjangkau Bersama Travel Haji & Umroh Terpercaya
Dapatkan Nomor Porsi Haji sekarang USD 4.500


Kami hadirkan paket Haji Khusus premium bebas khawatir dengan fasilitas dan pendampingan terbaik, menjadikan ibadah sempurna Anda jadi nyata. Ciptakan kisah spiritual tak terlupakan di Baitullah dengan pengalaman Haji paling nyaman dan terencana,

paket haji


Tentang Alhijaz


PT Alhijaz Indowisata merupakan travel haji dan umroh resmi Kemenag dengan Akreditas A berstandar internasional, sudah memberangkatkan 9,5 ribu jamaah di seluruh Indonesia tiap tahunnya. Alhijaz berkomitmen memberikan layanan perjalanan ibadah di tanah suci dengan nyaman dan berupaya memberi makna spiritual menuju insan muslim yang lebih baik.


Prestasi dan Penghargaan yang Diperoleh Alhijaz


paket haji
paket umroh
badal umroh
paket haji


PAKET IBADAH


paket haji

PAKET HAJI KHUSUS

DP Hanya $4500

Durasi 20 - 25 hari
Pesawat Saudi Airline

paket umroh

PAKET UMROH

Mulai dari 29++ jutaan
Durasi 9 - 16 hari
Pesawat Emirates, Turkish, Saudi, Garuda

badal umroh

BADAL UMROH

Mulai dari 2,5 juta
Oleh Muthawif​
Dapat Souvenir serta Video Pelaksanaan Badal Umroh


MENGAPA MEMILIH ALHIJAZ

Resmi Kemenag RI dengan Izin Haji No.304 Tahun 2022, Izin Umrah No.U.490 Tahun 2020

Travel Alhijaz sebagai biro perjalanan haji umroh terbaik dengan predikat “A”.

Alhijaz Telah Lulus Uji Dan Bersertifikasi Memenuhi Kualifikasi atas : SNI ISO 9001:2015 QMS Standar Layanan Internasional

Keberangkatan Alhijaz 100% tepat waktu sesuai jadwal yang telah dilengkapi dengan nomor pesawat sebagai tanda pesawat sudah dibooking.

Kami memiliki Gedung 4 lantai milik sendiri, di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Lantai 2 digunakan untuk Ruang Manasik Alhijaz, dapat menampung sampai dengan 150 jamaah.

Hotel dekat Masjid. Paket bintang lima langsung pelataran masjid, sedangkan untuk paket hotel bintang 4 jarak 100 mtr.

Direct Flight atau Penerbangan Pesawat Tanpa Transit demi kenyamanan dalam perjalanan Umroh/Haji.

Pembimbing ustad yg telah berpengalaman puluhan tahun dalam bimbingan haji dan umroh.

Alat bantu wireless headset agar jemaah dapat fokus dan khusyuk dalam berdoa. (Jika diijinkan Petugas Masjidil Haram)

DOKUMENTASI JAMAAH ALHIJAZ


paket haji

Aktor Film Deddy Mizwar

paket umroh

Aktor Ferdian Aryadi

badal umroh

Musisi Legendaris Sam Bimbo



neo-plus
villaem-3
villaem-2
ombak
core
kristal-ice

Bayangkan diri Anda berada di depan Ka'bah, merasakan kebesaran Allah langsung di Tanah Suci. Ini adalah momen spiritual yang dinantikan setiap muslim. Kami siap memudahkan perjalanan ibadah Anda dengan paket umroh yang nyaman, lengkap, dan terjangkau.
Segera bergabung sekarang



Hemm.. Kenapa ya?
Meskipun biaya sudah ada, banyak orang masih menunda umroh karena berbagai alasan seperti keraguan akan kesehatan, kesibukan pekerjaan, atau menunggu waktu luang keluarga.

Sering kali, prioritas lain seperti pendidikan anak atau membeli rumah juga menjadi penghalang, ditambah kurangnya informasi yang jelas tentang proses umroh.

Namun, jangan biarkan hal-hal ini menunda panggilan hati Anda! Kesempatan untuk Umroh adalah anugerah besar yang tak datang setiap hari.

Segera wujudkan impian umroh Anda dan rasakan kedamaian di Tanah Suci sekarang juga!


Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga

Itu sebabnya mengapa banyak Orang berlomba-lomba menjalankan ibadah Umroh ketanah Suci,
ANDA KAPAN ? ditunggu ya !


icon-dsn
icon-asita
icon-himpuh
icon-siskopatuh
icon-kemenag
icon-mandiri
icon-bsi
icon-amitra
icon-ojk
icon-saudi
icon-turkish


WhatsApp Chat
diposkan pada : 09-10-2024 19:03:29

Halaqah yang ke-77 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-‘Aqīdah Al-Wāsithiyyah

yang ditulis oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullāh.

 

Pembahasan ayat-ayat yang berkaitan dengan sifat Al-‘Uluw (sifat ketinggian bagi Allāh ﷻ) dan bahwasanya Allāh ﷻ Dia-lah yang memiliki ketinggian Dzat, dan Allāh ﷻ adalah Maha Tinggi.

Beliau mendatangkan Firman Allāh ﷻ

وَقَوْلُهُ

Dan juga Firman Allāh ﷻ

إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ

Kepada Allāh ﷻ naik ucapan-ucapan yang baik. Ucapan-ucapan yang baik seperti dzikrullāh, tilāwatul qur’an, doa maka ini akan naik ke atas yaitu naik kepada Allāh ﷻ, kalimat يَصْعَدُ  artinya adalah naik, يَصْعَدُ إِلَيْهِ yaitu naik kepada Allāh ﷻ menunjukkan bahwasanya Allāh ﷻ di atas. Kemudian Allāh ﷻ mengatakan

وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ

Dan amal yang shalih يَرْفَعُهُ, yarfa’ disini fa’ilnya adalah dhamir mustatir taqdiruhu huwa, kembali kepada Allāh ﷻ, yaitu Allāh ﷻ akan mengangkat amal shalih tadi. Jadi الْكَلِمُ الطَّيِّبُ ucapan yang baik diangkat kepada Allāh ﷻ dan amal yang shalih Allāh ﷻ juga mengangkatnya, diangkat kepada Allāh ﷻ, dan yang dimaksud dengan amal yang shalih adalah amal yang ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullāh ﷺ, sehingga disini seorang muslim semangat untuk mengucapkan ucapan yang baik, tidak keluar darinya kecuali ucapan yang baik dan berusaha bagaimana amal yang dilakukan adalah عَمَلا صالِحا yang ikhlas karena Allāh ﷻ dan sesuai dengan sunnah Rasulullāh ﷺ karena Allāh ﷻ akan mengangkatnya dan Allāh ﷻ yang menerimanya. Berarti ayat ini juga menjadi dalil bahwasanya Allāh ﷻ berada di atas karena amal shalih diangkat oleh Allāh ﷻ dan ucapan yang baik ke atas menuju Allāh ﷻ berarti Allāh ﷻ berada di atas.

Kemudian setelahnya

وَقَوْلُهُ

Dan juga Firman Allāh ﷻ

يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا لَّعَلِّي أَبْلُغُ الأَسْبَابَ

Wahai Haman (ini adalah ucapan Fir’aun, dia berkata kepada menterinya yaitu Haman) bangunkanlah untukku صَرْحًا (bangunan yang tinggi, semacam menara) semoga aku sampai kepada الأَسْبَاب, aku naik ke bangunan yang tinggi tadi semoga aku sampai kepada الأَسْبَاب, yaitu jamak dari سبَب, dan سبَب adalah sesuatu yang digunakan sebagai sebagai wasilah (cara) untuk mencapai puncaknya, terkadang سبَب maknanya adalah tali

فَلۡيَمۡدُدۡ بِسَبَبٍ إِلَى ٱلسَّمَآءِ

[Al-Hajj : 15]

Maksudnya adalah hendaklah dia melemparkan tali, سبَب disini adalah tali karena dengan tali tadi dia sampai kepada tujuan, dan terkadang سبَب maksudnya adalah jalan, yaitu Allāh ﷻ mengatakan

فَأَتۡبَعَ سَبَبًا  ٨٥

Maka dia mengikuti jalan

Maka yang dimaksud dengan الأَسْبَابَ adalah jalan atau cara yang dengannya dia bisa melihat Allāh ﷻ Rabb nya Nabi Musa ‘alaihissalam sehingga dia mengatakan

يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا لَّعَلِّي أَبْلُغُ الأَسْبَابَ

Wahai Haman bangunkan untukku sebuah bangunan yang tinggi mungkin aku akan sampai kepada jalan-jalan atau cara untuk melihat Rabb nya Musa, sehingga dia mengatakan

أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ

Jalan-jalan langit

فَأَطَّلِعَ إِلَى إِلَهِ مُوسَى

Maka aku bisa melihat sesembahan Musa, karena dia mengatakan bahwasanya Rabb nya berada di atas.

Ini menjadi dalil bahwasanya Nabi Musa saat itu mengatakan kepada fir’aun bahwasanya Allāh ﷻ berada di atas, Ilahnya berada di atas. Disini fir’aun ingin menghina mengejek mengatakan kepada Haman coba bangunkan bangunan yang tinggi mungkin aku akan melihat Tuhan nya Musa, kemudian dia mengatakan

وَإِنِّي لأَظُنُّهُ كَاذِبًا

Dan sungguh aku menyangka bahwasanya dia bohong, bohong kalau dia punya Tuhan yang berada di atas.

Berarti keyakinan fir’aun mengingkari sifat ‘Uluw bagi Allāh ﷻ dan Musa meyakini bahwa Allāh ﷻ berada di atas, sehingga para ulama menjelaskan barangsiapa yang mengingkari tingginya Allāh ﷻ maka dia adalah fir’auniy, maka dia adalah pengikutnya fir’aun dan barangsiapa yang meyakini bahwasanya Allāh ﷻ berada di atas maka dia adalah Musawiyyun Muhammadiyyun, maka dia adalah mengikuti apa yang diyakini oleh nabi Musa dan mengikuti apa yang diyakini oleh nabi Muhammad ﷺ, jadi siapa yang akan kita ikuti, kita akan mengikuti fir’aun yang menolak dan mengingkari ketinggian Allāh ﷻ atau kita akan mengikuti para anbiya’ Allāh ﷻ yang mereka meyakini bahwasanya Allāh ﷻ Dia berada di atas.

وَقَوْلُهُ

Dan juga Firman Allāh ﷻ

أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاء أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ

أَمْ أَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاء أَن يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ

Apakah kalian merasa aman dengan yang berada di atas bahwasanya Dia akan mengangkat kalian dengan dibenamkan kalian didalam tanah, maka tiba-tiba bumi itu goncang.

Terjadi gempa kalian terbenam didalam bumi, ini adalah ancaman dari Allāh ﷻ apakah kalian merasa aman Allāh ﷻ akan mengadzab kalian dengan cara seperti ini, مَّن فِي السَّمَاء Dzat yang berada di atas, السَّمَاء disini artinya adalah Al-‘Uluw di atas, as-sumu’ artinya Al-‘Uluw, fis-sama’ maksudnya adalah fil-’uluw,  apakah kalian merasa aman dengan Dzat yang berada di atas, ini makna yang pertama as-sama’ artinya adalah atas, makanya dalam Al-Qur’an Allāh ﷻ mengatakan

أَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً

Allāh ﷻ menurunkan dari السَّمَاءِ, bukan dari langit yang pertama itu terlalu jauh air turun dari langit yang pertama tapi maksudnya adalah dari atas, Allāh ﷻ menurunkan air dari atas. Di sini juga demikian

أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاء

Apakah kalian merasa aman dengan Dzat yang berada di atas.

Atau kita bisa juga mengartikan fiy disini ‘alā yaitu di atas, kalau memang السَّمَاء di sini kita artikan yaitu langit yang dibangun oleh Allāh ﷻ maka fiy di sini maknanya adalah ‘alā berarti أَأَمِنتُم مَّن على السَّمَاء, dan dalam bahasa arab biasa terkadang satu huruf jar menggantikan peran huruf jar yang lain. Diantara yang menunjukkan bahwasanya fiy itu maknanya terkadang ‘alā adalah firman Allāh ﷻ

وَلَأُصَلِّبَنَّكُمۡ فِي جُذُوعِ ٱلنَّخۡلِ

Ini diucapkan oleh fir’aun yang mengancam para tukang sihir saat itu karena mereka beriman kepada nabi Musa, maka dia mengatakan dan sungguh-sungguh aku akan menyalib kalian di dalam batang batang kurma, apakah maksudnya menyalib mereka didalam batang kurma, jawabannya tidak, maksudnya fiy disini ‘alā, diatas batang kurma, berarti fiy terkadang maknanya ‘alā.

Dan juga ketika Allāh ﷻ mengatakan didalam surah At-Taubah

فَسِيحُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ

Hendaklah kalian berjalan فِي ٱلۡأَرۡضِ, apakah maknanya itu di dalam bumi, kita disuruh berjalan di dalam bumi, jawabannya tidak, maksud adalah berjalanlah kalian di atas permukaan bumi, berarti menunjukkan bahwasanya fiy terkadang maknanya adalah ‘alā, jadi boleh kita mengartikan السَّمَاء disini adalah al-‘uluw atau bisa diartikan السَّمَاء di sini adalah langit yang dibangun oleh Allāh ﷻ, kita mengatakan demikian dengan menjama’ ayat ini dengan ayat-ayat yang lain.

Kemudian ayat yang selanjutnya

أَمْ أَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاء أَن يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا

Apakah kalian merasa aman dengan Dzat yang ada di atas bahwasanya Dia akan mengirimkan kepada kalian حَاصِبًا, ini adalah angin yang keras yang dia menerbangkan hashba (kerikil-kerikil)

فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ

maka kalian akan mengetahui bagaimana peringatan-Ku

Ayat ini disebutkan Allāh ﷻ dalam surat Al-Mulk menunjukkan bagaimana Allāh ﷻ memiliki sifat Al-‘Uluw.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya.